peparnas
Kamis, 03 Oktober 2013
Rabu, 10 Oktober 2012
Umum - Aceh Bakal Tidak Ikut Peparnas
Banda Aceh, 29/5 (ANTARA) - Provinsi Aceh bakal tidak ikut Pekan Paralimpic Nasional (Peparnas) di Riau, Oktober 2012, karena hingga kini dana persiapan yang diperkirakan Rp1 miliar belum ada kejelasan dari pemerintah setempat.
Ketua Nasional Paralimpic Comite (NPC/Persatuannya Olahraga Penyadang Cacat Nasional) Provinsi Aceh Hamdaniel di Banda Aceh, Selasa, menyatakan, perhatian pemerintah provinsi dan dana bantuan dari KONI Aceh hingga hari ini juga belum jelas, sehingga keikutsertaan Aceh di Paralimpic Nasional terancam batal.
Padahal, menurut dia, NPC Aceh sudah membuat program akan melaksanakan seleksi daerah akhir Juni dan membuat pemusatan latihan daerah bagi atlet yang lolos seleksi.
Namun demikian, menurut dia, tidak adanya perhatian Pemerintah Aceh sampai saat ini membuat keikutsertaan atlet penyandang cacat Aceh ke ajang paralimpic nasional terancam gagal.
Namun demikian, menurut dia, tidak adanya perhatian Pemerintah Aceh sampai saat ini membuat keikutsertaan atlet penyandang cacat Aceh ke ajang paralimpic nasional terancam gagal.
NPC Aceh sudah merencanakan mengikuti tujuh cabang olahraga yaitu atletik, bulu tangkis, tenis meja, panahan, angkat berat, renang (atlet tuna daksa, tuna grahita dan tuna runggu) dan catur (atlet tuna netra, tuna daksa, tuna rungu dan tuna grahita).
"Kita merencanakan membawa 42 atlet untuk cabang olahraga, 20 ofisial atau pendamping, dana untuk kebutuhan biaya selekda, pelatda dan mengikuti paralimpic nasional," katanya.
Dikatakannya, untuk melaksanakan program persiapan menghadapi multieven olahraga nasional empat tahunan bagi atlet penyandang cacat Aceh, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan audensi dengan Gubernur Aceh, namun sudah sebulan belum ada dipanggil untuk bisa bertemu.
"Sudah sebulan surat permohonan audensi disampaikan ke Gubernur Aceh, namun sampai hari ini belum dipangil. Tidak ada perhatian sama sekali," ungkap Hamdaniel yang merasakan nasib penyandang cacat kurang mendapat perhatian Pemerintah Aceh.
Kecuali itu, ia menegaskan, sesuai regulasi Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional Nomor 3 tahun 2005 bahwa olahraga penyandang cacat juga olahraga prestasi, yang harus diperhatikan oleh pemerintah.
Padahal, atlet penyandang cacat Aceh juga telah mengharumkan nama daerah di even nasional. Atlet atletik (atlet tuna daksa) Muhajar bahkan telah mengharumkan nama Indonesia dengan meraih dua medali emas dan satu perak di Asian Para Game, November 2011 di Surakarta, Jawa Tengah.
Ia menyatakan, sepertinya kegiatan peyandang cacat saat ini di Aceh masih saja kurang mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Aceh.
Padahal para penyandang cacat juga harus mendapat perhatian, dukungan dan penghargaan yang sama dengan orang-orang normal lainnya, dalam melakukan aktivitas, berkreativitas dan berprestasi di berbagai bidang termasuk olahraga.
Kenyataan kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh dirasakan dalam menjalankan program pembinaan atlet-atlet penyandang cacat Aceh menghadapi Peparnas, Oktober mendatang, katanya lagi
Peparnas 2012: Dua Rekor APG Pecah
PEKANBARU -—Dua rekor Asian Para Games [APG] 2011 pecah dalam Peparnas XIV Riau 2012. Perenang asal Papua, Musa Karumbaba dan atlet tuan rumah, Melanie Putri mengukir rekor baru di cabang renang yang berlangsung di Aquatic Center, Rumbai, Senin (8/10/2012).
Musa meraih medali emas di nomor 100 meter gaya bebas kelas S10 dengan catatan waktu 1:01,59 detik. Catatan waktu Musa ini memecahkan rekor APG di Solo, Desember lalu, yang diukir atas namanya sendiri dengan raihan 1:02,38 detik.
Sementara, atlet asal Kalimantan Tengah, Jumri, harus puas di posisi kedua dengan catatan 1;09,90 detik. Sedang, medali perunggu direbut Luis Wanggai dari Papua dengan catatan 1:24,47 detik.
Sementara, rekor baru milik Melanie tercipta di nomor 50 meter gaya dada kelas S14. Atlet asal Riau ini memecahkan rekor APG dengan catatan waktu 47,42 detik. Sebelumnya rekor APG diukir atas nama Fitriani asal Sulawesi Tengah yang mencatatkan waktu 49,16 detik.
Anggota Team Delegate (TD) Cabor renang, Dimin yang juga merupakan manajer tim renang National Paralympic Committee [NPC] dalam APG, cukup senang dengan pencapaian para atlet di Peparnas. Adanya rekor baru yang terukir menjadi bukti pembinaan atlet selama ini berjalan sukses.
“Ini bukti keberhasilan pembinaan di daerah. Muncul bibit-bibit baru, salah satu contoh adalah Melanie,” ujar Dimin saat dijumpai Espos di sela-sela perlombaan.
Dimin mengungkapkan, Melanie sebelumnya tak diprediksikan mampu merebut emas. Selain atlet baru, Melanie bahkan tak turut tampil dalam APG 2011.
“Kalau Musa memang sudah sejak awal kami prediksikan mampu menambah catatan waktunya. Di kelas S10 gaya bebas 100 meter, dia memang belum tertandingi,” imbuhnya.
Sementara itu, andalan Jateng, Agus Ngaimin yang turun di gaya dada dan gaya bebas S6 100 meter memang belum mengukir rekor baru atas namanya sendiri. Meski demikian, ia sudah bisa memenuhi ekspetasi dengan meraih emas di kedua nomor tersebut.
TNI bersenjata disiagakan pada pembukaan Peparnas
Pekanbaru (ANTARA News) - Personel TNI bersenjata laras panjang disiagakan di Kota Pekanbaru pada hari pembukaan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XIV/2012, Minggu.
Personel TNI berseragam loreng banyak terlihat bersiaga di sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Sudirman, Pekanbaru, mereka disiagakan sejak pagi dan antara kelompok yang satu dengan yang lain hanya berjarak sekitar 50 meter.
Humas Pemprov Riau Chairul Rizky mengatakan TNI dan Polri disiagakan karena kehadiran tamu-tamu negara. Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono dijadwalkan akan hadir pada pembukaan Peparnas XIV di Stadion Kaharuddin Nasution pada Minggu petang.
Selain itu, sejumlah menteri yang hadir pada acara pembukaan juga sudah tiba di Pekanbaru, antara lain Menpora Andi Mallarangeng dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
Sebelumnya, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Paulus Lodewijk mengatakan sebanyak 2.750 personel TNI dan Polri siap mengamankan kedatangan Wakil Presiden Boediono saat pembukaan Peparnas.
Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pelintasan Wapres, mulai dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru hingga lokasi acara di Stadion Kaharuddin Nasution.
"Diharapkan, prajurit yang bertugas dan terlibat pada pengamanan VVIP dapat dengan total untuk segala persiapan," katanya.
Peparnas XIV berlangsung 7-13 Oktober, mempertandingan 11 cabang olahraga yakni atletik, renang, futsal, catur, angkat berat, voli duduk, tenis meja, boling, bulutangkis, panahan dan tenis.
Personel TNI berseragam loreng banyak terlihat bersiaga di sepanjang jalan protokol seperti di Jalan Sudirman, Pekanbaru, mereka disiagakan sejak pagi dan antara kelompok yang satu dengan yang lain hanya berjarak sekitar 50 meter.
Humas Pemprov Riau Chairul Rizky mengatakan TNI dan Polri disiagakan karena kehadiran tamu-tamu negara. Wakil Presiden (Wapres) RI Boediono dijadwalkan akan hadir pada pembukaan Peparnas XIV di Stadion Kaharuddin Nasution pada Minggu petang.
Selain itu, sejumlah menteri yang hadir pada acara pembukaan juga sudah tiba di Pekanbaru, antara lain Menpora Andi Mallarangeng dan Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri.
Sebelumnya, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen Paulus Lodewijk mengatakan sebanyak 2.750 personel TNI dan Polri siap mengamankan kedatangan Wakil Presiden Boediono saat pembukaan Peparnas.
Ribuan personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang menjadi pelintasan Wapres, mulai dari Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru hingga lokasi acara di Stadion Kaharuddin Nasution.
"Diharapkan, prajurit yang bertugas dan terlibat pada pengamanan VVIP dapat dengan total untuk segala persiapan," katanya.
Peparnas XIV berlangsung 7-13 Oktober, mempertandingan 11 cabang olahraga yakni atletik, renang, futsal, catur, angkat berat, voli duduk, tenis meja, boling, bulutangkis, panahan dan tenis.
Menpora: Peparnas Ajang Sosialisasi Olahraga Difabel
PEKANBARU, KOMPAS.com — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengatakan, Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XIV di Riau, 7-13 Oktober, merupakan ajang sosialisasi olahraga khusus kaum difabel di Indonesia, selain untuk mengukur prestasi.
Selama ini, kata Andi, perkembangan olahraga khusus kaum difabel ini masih terbatas, meskipun kejuaraan bagi mereka dipertandingkan di jenjang yang lebih tinggi mulai Paragames hingga Paralympic Games.
"Makanya kami mengimbau kepada masyarakat untuk ikut memeriahkan Peparnas ini agar proses sosialisasi bisa berjalan dengan baik," kata Andi di Pekanbaru, Minggu (7/10/2012).
Menurut dia, dengan sosialisasi yang maksimal, peluang untuk mengembangkan olahraga kaum difabel ini akan lebih baik sehingga bisa berdampak pada meningkatnya prestasi atlet baik di tingkat nasional maupun internasional.
Seperti di Papernas 2012, menurut Andi, siapa pun atlet yang mampu meraih prestasi di kejuaraan empat tahunan ini berpeluang besar mewakili Indonesia di kejuaran yang lebih tinggi.
"Paling dekat adalah ASEAN Paragames 2013 di Myanmar. Atlet terbaik nantinya berhak menunjukkan kemampuan terbaiknya di sana," kata Menpora.
Berdasarkan data dari National Paralympic Committee (NPC), Peparnas 2012 yang dipusatkan di Stadion Kaharudin Nasution, Rumbai, mempertandingkan 11 cabang olahraga dan memperebutkan 450 medali emas.
"Jumlah cabang olahraga dipertandingkan meningkat dari kejuaraan sebelumnya. Di Kalimantan Timur lalu hanya tujuh cabang saja yang dipertandingkan," kata Sekjen NPC Pribadi.
Menurut Pribadi, jumlah atlet yang berpartisipasi mencapai 1.400 atlet dari 31 provinsi. Dua provinsi dipastikan absen, yaitu Papua Barat dan Lampung.
Adapun 11 cabang olahraga yang dipertandingkan adalah futsal, panahan, bowling, voli duduk, tenis meja, bulu tangkis, angkat berat, atletik, tenis kursi roda, renang, dan catur.
Riau Tuan Rumah Peparnas XIV 2012
PEKANBARU- Riau kembali mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) ke-XIV 2012. Kepastian Riau menjadi pelaksana pekan olahraga cacat ini berdasarkan rapat
koordinasi antara KONI Pusat, PB PON dan NPC Riau di Jakarta, Selasa (21/9)
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum National Paralympic Committe (NPC) Riau Jaya Kusma, Rabu (22/9). Ia menjelaskan, pada rakor tersebut juga ditetapkan jadwal pelaksanaan Peparnas tersebut yaitu
14 hari setelah pelaksanaan PON XVIII selesai.
Untuk cabang dan nomor yang dipertandingkan, kata Jaya telah disepakati sembilang cabang olahraga. Kesembilan cabor tersebut, atletik, angkat berat, bulutangkis, tenis meja, bola voli duduk, renang, balap kursi roda, atur dan futsal. Dari 9 cabor ini nantinya akan dibagi menjadi 682 nomor pertandingan.
Jumlah ini mengalami penambahan dibanding sebelumnya. Di Peparnas tahun lalu di Kalimantan Selatan hanya mempertandingkan 8 cabor.
Penambahan terjadi dengan masuknya cabang futsal. Selanjutnya untuk jumlah kuota atlet diputuskan sebanyak 1.000 atlet se-Indonesia diluar Offisial dan atlet tuan rumah. Sedangkan akomodasi akan ditanggung oleh tuan rumah sebesar 50 % dan 50 %-nya akan ditanggung masing-masing peserta.
Untuk pertandingan sendiri rencananya nanti akan di pusatkan di Kota Pekanbaru. Oleh sebab itu menurut Jaya pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan PB PON Riau dalam mempersiapkan Venue
pertandingan ini.
Sementara ketika ditanya mengenai kesiapan atlet tuan rumah dalam menghadapi Pepanas ini, Jaya menyebutkan pihaknya akan mempersiapkan kontingannya dalam waktu dekat ini dengan jumlah lebih kurang 100 atlet.
Kontingen tersebut dijelaskannya merupakan hasil seleksi dari beberapa kejuaraan sebelumnya dan akan dilanjutkan dengan kegiatan Kejurda yang akan dilakukan 2011 mendatang usai pelaksanaan PORDA. Moment Kejurda tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai ajang seleksi dalam pembentukan kontingen Pepanas Riau. Kontingen tersebut nantinya akan dilakukan TC penuh sampai pelaksanaan Peparnas nanti.
Mengenai target Riau sendiri dalam perolehan medali nanti, Jaya mengatakan Riau sebagai tuan rumah pada Pepanas tersebut harus punya misi lebih baik dari pepanas sebelumnya.
"Tahun lalu di Kaltim kita gagal masuk 10 besar, karena sekarang kita tuan rumah kita harus mampu lebih baik lagi, target kita adalah masuk 5 besar. Oleh sebab itu untuk bisa mencapai target tersebut kita harus bekerja keras dan serius dalam hal pembinaan, karena kita tidak ingin hanya sukses pada bidang penyelenggaraan saja, tetapi juga harus sukses dibidang prestasi.
koordinasi antara KONI Pusat, PB PON dan NPC Riau di Jakarta, Selasa (21/9)
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum National Paralympic Committe (NPC) Riau Jaya Kusma, Rabu (22/9). Ia menjelaskan, pada rakor tersebut juga ditetapkan jadwal pelaksanaan Peparnas tersebut yaitu
14 hari setelah pelaksanaan PON XVIII selesai.
Untuk cabang dan nomor yang dipertandingkan, kata Jaya telah disepakati sembilang cabang olahraga. Kesembilan cabor tersebut, atletik, angkat berat, bulutangkis, tenis meja, bola voli duduk, renang, balap kursi roda, atur dan futsal. Dari 9 cabor ini nantinya akan dibagi menjadi 682 nomor pertandingan.
Jumlah ini mengalami penambahan dibanding sebelumnya. Di Peparnas tahun lalu di Kalimantan Selatan hanya mempertandingkan 8 cabor.
Penambahan terjadi dengan masuknya cabang futsal. Selanjutnya untuk jumlah kuota atlet diputuskan sebanyak 1.000 atlet se-Indonesia diluar Offisial dan atlet tuan rumah. Sedangkan akomodasi akan ditanggung oleh tuan rumah sebesar 50 % dan 50 %-nya akan ditanggung masing-masing peserta.
Untuk pertandingan sendiri rencananya nanti akan di pusatkan di Kota Pekanbaru. Oleh sebab itu menurut Jaya pihaknya akan selalu berkoordinasi dengan PB PON Riau dalam mempersiapkan Venue
pertandingan ini.
Sementara ketika ditanya mengenai kesiapan atlet tuan rumah dalam menghadapi Pepanas ini, Jaya menyebutkan pihaknya akan mempersiapkan kontingannya dalam waktu dekat ini dengan jumlah lebih kurang 100 atlet.
Kontingen tersebut dijelaskannya merupakan hasil seleksi dari beberapa kejuaraan sebelumnya dan akan dilanjutkan dengan kegiatan Kejurda yang akan dilakukan 2011 mendatang usai pelaksanaan PORDA. Moment Kejurda tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai ajang seleksi dalam pembentukan kontingen Pepanas Riau. Kontingen tersebut nantinya akan dilakukan TC penuh sampai pelaksanaan Peparnas nanti.
Mengenai target Riau sendiri dalam perolehan medali nanti, Jaya mengatakan Riau sebagai tuan rumah pada Pepanas tersebut harus punya misi lebih baik dari pepanas sebelumnya.
"Tahun lalu di Kaltim kita gagal masuk 10 besar, karena sekarang kita tuan rumah kita harus mampu lebih baik lagi, target kita adalah masuk 5 besar. Oleh sebab itu untuk bisa mencapai target tersebut kita harus bekerja keras dan serius dalam hal pembinaan, karena kita tidak ingin hanya sukses pada bidang penyelenggaraan saja, tetapi juga harus sukses dibidang prestasi.
Langganan:
Postingan (Atom)



